Menaklukkan Diri Sendiri

February 12th, 2009

Kita semua mengenal 2 jenis siswa. Yang pertama adalah yang tidak terlalu cerdas tapi bekerja keras saat sekolah untuk bisa lulus dengan mendapat penghargaan. Yang kedua adalah yang tergolong playboy dengan kecerdasan tinggi yang berkibar di sekolah tanpa banyak membuang buku. Golongan kedua ini berkata, “Kutu buku itu mendapat nilai tinggi, tapi, jika saya mau belajar seperti dia, pasti dia bukan tandingan saya.”

Setelah lulus, golongan playboy bertemu dengan teman lain yang sukses di bisnis, dan mengamatinya, “Dia dulu itu Cuma mediocre di sekolah. Nilai saya jauh di atas dia.” Membayangkan jika dia berada dalam situasi seperti temannya, dia pasti akan lebih baik.

Tapi, benarkah demikian? Menjadi kutu buku adalah menaklukkan bagian dari diri yang ingin segera mendapatkan kesenangan, dengan tidak mengikuti pesta bahkan tidak menonton tv. Teman yang sukses itu mungkin juga telah melakukan pengorbanan yang sama. Dia harus menaklukkan keinginannya untuk bersenang-senang dan mengabdikan dirinya pada pekerjaannya. Diperlukan kekuatan besar untuk menaklukkan diri sendiri. Ketika menilai kemampuan seseorang, kita harus perhitungkan juga kemauannya. Jika seseorang telah kehilangan pertarungan dengan diri sendiri dan mengikuti jalan mudah, kemampuannya pasti berkurang.

Kemampuan kita unuk berhasil di sepanjang perjalanan hidup tidak tergantung pada kecerdasan saja.




Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind